Another Source

Selamat Datang :)

Blog ini berisi artikel bermanfaat bagi semua pembaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Selamat membaca By:: Zera ist ein anmutiges Mädchen, schön, nett und freundlich :)

Selamat Datang :)

Blog ini berisi artikel bermanfaat bagi semua pembaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Selamat membaca By:: Zera ist ein anmutiges Mädchen, schön, nett und freundlich :)

Selamat Datang :)

Blog ini berisi artikel bermanfaat bagi semua pembaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Selamat membaca By:: Zera ist ein anmutiges Mädchen, schön, nett und freundlich :)

Selamat Datang :)

Blog ini berisi artikel bermanfaat bagi semua pembaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Selamat membaca By:: Zera ist ein anmutiges Mädchen, schön, nett und freundlich :)

Selamat Datang :)

Blog ini berisi artikel bermanfaat bagi semua pembaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Selamat membaca By:: Zera ist ein anmutiges Mädchen, schön, nett und freundlich :)

Sabtu, 30 April 2011

PUISI PENDIDIKAN




Sosok Istimewa
Oleh: Zera Dristya Caitra :)


Tidak hanya pada satu sekolah ..

Kau bersedia membagi ilmu ..

Kelakuan para murid kau hadapi tanpa lelah ..

Begitu besar kesabaran hatimu

Oh, Bapak dan Ibu guru..

Terima kasih atas bekal ilmu yang berharga ..

Kami akan songsong jenjang baru ..

Menyambut masa depan penuh suka cita ..


Hadiah Untuk Orangtua

Dari pagi hingga malam kau banting tulang ..
Selalu dalam keadaan lelah ketika pulang ..
Semua itu kau lakukan agar aku tetap sekolah ..
Pengorbananmu yang membuatku tergugah ..
Bukan uang atau barang mewah ..
Aku belum cukup umur untuk berikan itu ..
Tetapi yang pasti aku tak akan buang waktu ..
Semoga segala prestasiku dapat membuatmu bangga dan menjadi berkah ..

Seperti Mereka


Jarang tidak makan ..

Aku sudah biasa ..

Hidup serba kekurangan ..

Menjalaninya pun aku rela ..

Namun, semoga saja tidak tinggal harapan ..

Semoga Kau kabulkan do’aku, ya Tuhan..

Aku hanya ingin bersekolah seperti mereka ..

Bisa menuntut ilmu hingga ke negeri Cina ..

Menjadi orang yang berguna ..

Tanpa diriku harus menerima cela ..




   
Demi Beasiswa

Buku demi buku telah aku baca ..
Tak akan aku lupa ilmu yang telah aku terima ..
Aku dan teman tak ada lagi waktu bermain bersama ..
Aku jalani tanpa sesal tetapi dengan gelora ..
Tak ingin aku buang kesempatan di depan mata ..
Demi masa depan cemerlang begitu menggoda ..
Kali ini aku ingin ringankan satu beban orangtua ..
Menggapai impian dengan beasiswa ..


Juara Kelas


Jangan menyerah, kawan ..

Jadikan ini sebuah tantangan ..

Walau soal demi soal sulit terasa

Walau tugas demi tugas menguras pikiran dan tenaga ..

Kita harus tetap belajar dan berdo’a ..

Kita pasti bisa menjadi juara!





PANDANGAN MASALAH PENDIDIKAN DI NEGARA KITA




Peran Pendidikan dalam Pembangunan


Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia unuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Blog ini akan mengkaji mengenai permasalahan pokok pendidikan, dan saling keterkaitan antara pokok tersbut, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya dan masalah-masalah aktual beserta cara penanggulangannya.


Apa jadinya bila pembangunan di Indonesia tidak dibarengi dengan pembangunan di bidang pendidikan? Walaupun pembangunan fisiknya baik, tetapi apa gunanya bila moral bangsa terpuruk. Jika hal tersebut terjadi, bidang ekonomi akan bermasalah, karena tiap orang akan korupsi. Sehingga lambat laun akan datang hari dimana negara dan bangsa ini hancur. Oleh karena itu, untuk pencegahannya, pendidikan harus dijadikan salah satu prioritas dalam pembangunan negeri ini.
Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Indonesia memiliki daya saing yang rendah Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.
Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Setelah kita amati, nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.
Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:
(1). Rendahnya sarana fisik,
(2). Rendahnya kualitas guru,
(3). Rendahnya kesejahteraan guru,
(4). Rendahnya prestasi siswa,
(5). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,
(6). Mahalnya biaya pendidikan.
* Rendahnya Kualitas Sarana Fisik
Untuk sarana fisik misalnya, banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium dan sebagainya.
* Rendahnya Kualitas Guru
Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasny. Bukan itu saja, sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.
* Rendahnya Kesejahteraan Guru
Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar Rp 3 juta rupiah. Sekarang, pendapatan rata-rata guru PNS per bulan sebesar Rp 1,5 juta. guru bantu Rp, 460 ribu, dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. Dengan pendapatan seperti itu, terang saja, banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain, memberi les pada sore hari, menjadi tukang ojek, pedagang mie rebus, pedagang buku/LKS, pedagang pulsa ponsel.
* Rendahnya Prestasi Siswa
Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik, kualitas guru, dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah.Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda.
* Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut.
* Mahalnya Biaya Pendidikan
Pendidikan bermutu itu mahal. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah. Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, atau tepatnya, tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk ‘cuci tangan’.

Pemerintah dan Solusi Permasalahan Pendidikan

Mengenai masalah pedidikan, perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim. Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan UU Pendidikan kacau. Dampak dari pendidikan yang buruk itu, negeri kita kedepannya makin terpuruk. Keterpurukan ini dapat juga akibat dari kecilnya rata-rata alokasi anggaran pendidikan baik di tingkat nasional, propinsi, maupun kota dan kabupaten.


Penyelesaian masalah pendidikan tidak semestinya dilakukan secara terpisah-pisah, tetapi harus ditempuh langkah atau tindakan yang sifatnya menyeluruh. Artinya, kita tidak hanya memperhatikan kepada kenaikkan anggaran saja. Sebab percuma saja, jika kualitas Sumber Daya Manusia dan mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. Masalah penyelenggaraan Wajib Belajar Sembilan tahun sejatinya masih menjadi PR besar bagi kita. Kenyataan yang dapat kita lihat bahwa banyak di daerah-daerah pinggiran yang tidak memiliki sarana pendidikan yang memadai. Dengan terbengkalainya program wajib belajar sembilan tahun mengakibatkan anak-anak Indonesia masih banyak yang putus sekolah sebelum mereka menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun. Dengan kondisi tersebut, bila tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan, sulit bagi bangsa ini keluar dari masalah-masalah pendidikan yang ada, apalagi bertahan pada kompetisi di era global.


Kondisi ideal dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah tiap anak bisa sekolah minimal hingga tingkat SMA tanpa membedakan status karena itulah hak mereka. Namun hal tersebut sangat sulit untuk direalisasikan pada saat ini. Oleh karena itu, setidaknya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam dunia pendidikan. Jika mencermati permasalahan di atas, terjadi sebuah ketidakadilan antara si kaya dan si miskin. Seolah sekolah hanya milik orang kaya saja sehingga orang yang kekurangan merasa minder untuk bersekolah dan bergaul dengan mereka. Ditambah lagi publikasi dari sekolah mengenai beasiswa sangatlah minim.


Sekolah-sekolah gratis di Indonesia seharusnya memiliki fasilitas yang memadai, staf pengajar yang berkompetensi, kurikulum yang tepat, dan memiliki sistem administrasi dan birokrasi yang baik dan tidak berbelit-belit. Akan tetapi, pada kenyataannya, sekolah-sekolah gratis adalah sekolah yang terdapat di daerah terpencil yang kumuh dan segala sesuatunya tidak dapat menunjang bangku persekolahan sehingga timbul pertanyaan ,”Benarkah sekolah tersebut gratis? Kalaupun iya, ya wajar karena sangat memprihatinkan.”



Kunjungi:
Blog: http://zera10277.blogspot.com/
Facebook: http://www.facebook.com/ZeraDristyaCaitra
Twitter: http://twitter.com//Zeaa_DC

Penulis : ZERA DRISTYA CAITRA



Rabu, 27 April 2011

PENDIDIKAN MENUJU GERBANG KESEJAHTERAAN

Pendidikan adalah sumber utama untuk kemajuan bangsa, dimana setiap individu mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Indonesia berharap agar masyarakat terketuk pintu hatinya untuk lebih memprioritaskan pendidikan, karena pendidikan merupakan tolak ukur untuk menuju gerbang kesejahteraan. Salah satu yang menjadi faktor terhambatnya pendidikan adalah faktor ekonomi dan minimnya kesadaran masyarakat dalam mendidik (orang tua). Mari kita rubah cara pikir kita dalam mengartikan betapa pentingnya pendidikan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa kita :)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More